Islam Itu Mudah Dan Indah
Friday, 9 March 2012
Sunday, 4 March 2012
.:: TAHAP-TAHAP ZiKiR ::.
Terdapat 4 tahap zikir yang mesti dilalui oleh orang yang berzikir.
1)Zikir GHAFLAH
Di peringkat zikir ini,ruang hati orang yang berzikir, masih dipenuhi perkara-perkara lain daripada Allah. Sebab itu hatinya digelar sebagai hati yang ghaflah. Ghaflah maksudnya 'lalai'.Bagaimanapun,kita tidak akan tahu dan faham maksud lalai selagi kita tidak dikurniakan oleh Allah dengan dihilangkan lalai itu dari ruang hati kita. Dikatakan bahawa 'siapa yang tidak merasa,dia tidak akan tahu'.
2)Zikir YAQAZAH
Diperingkat ini dengan rahmat Allah, hati orang yang berberzikir telah ditukarkan darv ghaflah dan yaqazah. Yaqazah bermaksud 'sedar' atau 'jaga'. Untuk mudah kita fahami maksud yaqazah, sesetengah ulama membuat misal antara seorang yang tidur dan seorang yang jaga. Keadaan seseorang yang tidur nyenyak itu adalah ghaflah.
Manakala seseorang yang terjaga dari tidur itu adalah gambaran yaqazah hati. Maksudnya,apabila hati itu berada dalam keadaan yaqazah maka hati dapat memahami apa yang tidak dapat difahamai semasa dalam keadaan ghaflah.
3)Zikir HUDUR
Maksudnya,hati terlalu kuat ingatan kepada Allah. Allah sahaja yang menarik perhatian hati. Ruang-ruang hati dipenuhi dengan Allah. Hati juga tertarik semata-mata kepada Allah dan keredhaanNya.Seolah-olah hati telah terlepas dari pengaruh makhluk dan menjadi merdeka sebagai hamba Allah sahaja.
4) Zikir GHAiBAH
Maksudnya,yang lain daripada Allah akan hilang dari ingatan,Allah sahaja yang diingat. inilah keadaan hati yang berada dalam keadaan fana' (membaiki hati,membersihkan hati atau mendekatkan diri dengan Allah)
...♥☆˚◦ Remaja Gaul ◦˚☆ ♥....
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..Masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Di masa ini biasanya remaja senang memperluas pergaulan, baik teman sejenis maupun lawan jenis. Remaja yang senang bergaul dan tidak suka menutup diri, biasanya memiliki banyak teman. Dalam pandangan remaja, kita mengenal istilah remaja gaul. Seperti apakah remaja gaul itu sebenarnya?
Menurut pandangan remaja pada umumnya gaul dipahami sebagai kebersamaan, kesetiaan, kesamaan sikap dan tingkah laku dengan teman-temannya. Sehingga kalau tidak mengikuti apa yang menjadi tren di kalangan mereka ia dikatakan kurang pergaulan dan sering ditinggalkan. Hal ini berdampak baik apabila ia bisa memilih teman yang terjaga perilakunya sehingga ia ikut terbawa dalam kebaikan. Namun akan berdampak buruk manakala ia salah memilih teman sehingga ia pun bisa terbawa pada perbuatan yang tercela.
Lantas menurut Islam apa yang dimaksud dengan remaja gaul itu?
Remaja gaul menurut Islam adalah remaja yang mengetahui norma ( aturan ) yang mengatur pergaulan antar sesama, diantaranya :
1.Lebih baik diam daripada berkata yang tidak baik
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
“ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir , maka hendaklah berkata yang baik ( atau kalau tidak bisa ) lebih baik diam .” ( HR.Muslim ).
Tentunya siapapun akan nyaman bergaul manakala kita mampu menjaga lisan agar tetap santun dalam bertutur kata, ramah dan sikap yang sopan.
2. Lebih takut kepada Allah daripada yang lain
Jangan takut mengatakan “tidak” terhadap ajakan kawan yang tidak baik, biarpun kita dianggap kurang pergaulan. Milikilah prinsip kebenaran dalam hidup dan pegang teguhlah prinsip itu. Namun demikian kita harus memiliki sikap yang bijak dalam menghadapi ajakan yang tidak baik dari kawan. Tetaplah berbicara yang baik dan sopan, janganlah terkesan menggurui dan memojokkan mereka. Berilah tauladan dengan sikap dan perbuatan terbaik kita karena sebaik-baik nasehat adalah ketauladanan. Dan yang paling jitu untuk terhindar dari melakukan kemaksiatan adalah menanamkan rasa takut kepada Allah ketika godaan itu datang mempengaruhi kita. Di dalam Islam tidak boleh ada ketaatan terhadap siapapun jika menyangkut kemaksiatan kepada Allah.
“ Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya dalam hal kebaikan.” ( HR. Bukhari dan Muslim ).
3. Mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia
Seorang remaja sudah dikategorikan mukallaf artinya harus menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Seorang remaja yang baik tidak akan berani berbuat dosa karena takut akan siksa di akhirat nanti. Sehingga ia akan banyak melakukan amal ibadah daripada hanya sekedar hura-hura menikmati keindahan dunia yang sementara. Biarlah dikatakan kurang pergaulan asal kita selamat dunia dan akhirat.
4. Rela bersusah payah dahulu untuk mendapatkan keberhasilan
Sebuah pepatah “ Berakit-rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Tak ada kesuksesan yang datang dengan tiba-tiba, semua butuh proses, butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Seorang remaja yang taat beribadah, tekun belajar, pandai memanfaatkan waktu, pandai memilih relasi/ kawan yang baik Insya Allah akan mudah meraih cita-cita. Masa muda tak akan terulang untuk kedua kali. Isilah dengan karya-karya terbaik kita yang memberi manfaat baik buat diri dan sesama. Cari dan gali terus potensi kita, jangan menyerah atas segala keterbatasan. Karena dibalik kekurangan Allah sudah menyiapkan banyak kelebihan.
5. Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia
Lakukanlah perbuatan yang mendatangkan manfaat dan tinggalkan perbuatan yang sia-sia ( tidak mendatangkan manfaat ). Hindari pacaran/pergaulan bebas dengan lawan jenis, minum-minuman keras dan perbuatan tercela lainnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya :
“ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al- Ashr : 1-3 ).
Seorang remaja yang menerapkan prinsip-prinsip di atas tidaklah dikategorikan remaja yang kurang pergaulan . Ia justru remaja yang baik dan pantas dijadikan teladan bagi teman-temannya. Ia mampu menempatkan diri dalam pergaulan modern dan tetap berpijak kepada norma( aturan ) dari Allah.
Sahabat saudaraku fillah..Masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Di masa ini biasanya remaja senang memperluas pergaulan, baik teman sejenis maupun lawan jenis. Remaja yang senang bergaul dan tidak suka menutup diri, biasanya memiliki banyak teman. Dalam pandangan remaja, kita mengenal istilah remaja gaul. Seperti apakah remaja gaul itu sebenarnya?
Menurut pandangan remaja pada umumnya gaul dipahami sebagai kebersamaan, kesetiaan, kesamaan sikap dan tingkah laku dengan teman-temannya. Sehingga kalau tidak mengikuti apa yang menjadi tren di kalangan mereka ia dikatakan kurang pergaulan dan sering ditinggalkan. Hal ini berdampak baik apabila ia bisa memilih teman yang terjaga perilakunya sehingga ia ikut terbawa dalam kebaikan. Namun akan berdampak buruk manakala ia salah memilih teman sehingga ia pun bisa terbawa pada perbuatan yang tercela.
Lantas menurut Islam apa yang dimaksud dengan remaja gaul itu?
Remaja gaul menurut Islam adalah remaja yang mengetahui norma ( aturan ) yang mengatur pergaulan antar sesama, diantaranya :
1.Lebih baik diam daripada berkata yang tidak baik
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
“ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir , maka hendaklah berkata yang baik ( atau kalau tidak bisa ) lebih baik diam .” ( HR.Muslim ).
Tentunya siapapun akan nyaman bergaul manakala kita mampu menjaga lisan agar tetap santun dalam bertutur kata, ramah dan sikap yang sopan.
2. Lebih takut kepada Allah daripada yang lain
Jangan takut mengatakan “tidak” terhadap ajakan kawan yang tidak baik, biarpun kita dianggap kurang pergaulan. Milikilah prinsip kebenaran dalam hidup dan pegang teguhlah prinsip itu. Namun demikian kita harus memiliki sikap yang bijak dalam menghadapi ajakan yang tidak baik dari kawan. Tetaplah berbicara yang baik dan sopan, janganlah terkesan menggurui dan memojokkan mereka. Berilah tauladan dengan sikap dan perbuatan terbaik kita karena sebaik-baik nasehat adalah ketauladanan. Dan yang paling jitu untuk terhindar dari melakukan kemaksiatan adalah menanamkan rasa takut kepada Allah ketika godaan itu datang mempengaruhi kita. Di dalam Islam tidak boleh ada ketaatan terhadap siapapun jika menyangkut kemaksiatan kepada Allah.
“ Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya dalam hal kebaikan.” ( HR. Bukhari dan Muslim ).
3. Mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia
Seorang remaja sudah dikategorikan mukallaf artinya harus menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Seorang remaja yang baik tidak akan berani berbuat dosa karena takut akan siksa di akhirat nanti. Sehingga ia akan banyak melakukan amal ibadah daripada hanya sekedar hura-hura menikmati keindahan dunia yang sementara. Biarlah dikatakan kurang pergaulan asal kita selamat dunia dan akhirat.
4. Rela bersusah payah dahulu untuk mendapatkan keberhasilan
Sebuah pepatah “ Berakit-rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Tak ada kesuksesan yang datang dengan tiba-tiba, semua butuh proses, butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Seorang remaja yang taat beribadah, tekun belajar, pandai memanfaatkan waktu, pandai memilih relasi/ kawan yang baik Insya Allah akan mudah meraih cita-cita. Masa muda tak akan terulang untuk kedua kali. Isilah dengan karya-karya terbaik kita yang memberi manfaat baik buat diri dan sesama. Cari dan gali terus potensi kita, jangan menyerah atas segala keterbatasan. Karena dibalik kekurangan Allah sudah menyiapkan banyak kelebihan.
5. Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia
Lakukanlah perbuatan yang mendatangkan manfaat dan tinggalkan perbuatan yang sia-sia ( tidak mendatangkan manfaat ). Hindari pacaran/pergaulan bebas dengan lawan jenis, minum-minuman keras dan perbuatan tercela lainnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya :
“ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al- Ashr : 1-3 ).
Seorang remaja yang menerapkan prinsip-prinsip di atas tidaklah dikategorikan remaja yang kurang pergaulan . Ia justru remaja yang baik dan pantas dijadikan teladan bagi teman-temannya. Ia mampu menempatkan diri dalam pergaulan modern dan tetap berpijak kepada norma( aturan ) dari Allah.
˚•╰♥╮•Bercinta dalam Islam•╰♥╮•˚
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..sesungguhnya Islam menjaga dan memuliakan kita dengan beberapa aturan jikalau kita patuhi sesunggguhnya amat bermanfaat buat kita sendiri. Salah satunya aturan pergaulan dengan lawan jenis. Allah mengatur pengungkapan rasa sayang terhadap lawan jenis dengan lebih terhormat dan indah melalui pernikahan.Lantas bagaimana seharusnya pergaulan yang benar antara laki-laki dan wanita sebelum terjadi pernikahan?
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,” hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.Katakanlah kepada wanita yang beriman, “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya......”( Lihat selengkapnya QS. An-Nur:31-32).
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS.Al Isra: 32).
“ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah setan.”(HR.Ahmad).
Saudaraku..dalam hubungan lawan jenis yang belum terikat dalam pernikahan,Allah telah memberi rambu-rambu kepada kita agar tidak mendekati zina, dan pacaran adalah salah satunya. Oleh karena itu dalam Islam pacaran adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah karena akan membuka pintu kemaksiatan yang lain.Pacaran banyak mudharatnya karena hubungan tidak dibangun di atas komitmen yang kuat.Keinginan untuk menjaga hati, perilaku dan memahami pasangan amatlah lemah. Sungguh sulit mengharapkan kejujuran dari pasangan selama pacaran karena masing-masing akan menutupi karakter aslinya.Jarang sekali dalam pacaran bisa menerima kekurangan pasangannya karena seringkali menuntut kesempurnaan sesuai dengan kriterianya.Mengenal pasangan memang penting tapi tidak selalu harus berpacaran tanpa komitmen yang jelas mau dibawa kemana hubungan kita selanjutnya? Dari sekian banyak pengamatan ternyata pacaran lebih banyak menimbulkan patah hati karena merasa dikhianati. Sesungguhnya pernikahan adalah ikatan yang suci maka proses untuk melangkah dan menuju ke arah sana pun harus jauh dari kemaksiatan. Sejatinya jodoh sudah ada yang mengatur tanpa pacaranpun kalau sudah jodoh pasti akan bersatu juga.Oleh karena itu selagi muda manfaatkan waktu, tenaga dan pikiran kita dalam aktifitas yang bermanfaat untuk kesuksesan baik di dunia dan di akhirat daripada menghabiskan waktu dengan pergaulan bebas yang tak tentu arah.
Sahabat saudaraku fillah..sesungguhnya Islam menjaga dan memuliakan kita dengan beberapa aturan jikalau kita patuhi sesunggguhnya amat bermanfaat buat kita sendiri. Salah satunya aturan pergaulan dengan lawan jenis. Allah mengatur pengungkapan rasa sayang terhadap lawan jenis dengan lebih terhormat dan indah melalui pernikahan.Lantas bagaimana seharusnya pergaulan yang benar antara laki-laki dan wanita sebelum terjadi pernikahan?
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,” hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.Katakanlah kepada wanita yang beriman, “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya......”( Lihat selengkapnya QS. An-Nur:31-32).
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS.Al Isra: 32).
“ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah setan.”(HR.Ahmad).
Saudaraku..dalam hubungan lawan jenis yang belum terikat dalam pernikahan,Allah telah memberi rambu-rambu kepada kita agar tidak mendekati zina, dan pacaran adalah salah satunya. Oleh karena itu dalam Islam pacaran adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah karena akan membuka pintu kemaksiatan yang lain.Pacaran banyak mudharatnya karena hubungan tidak dibangun di atas komitmen yang kuat.Keinginan untuk menjaga hati, perilaku dan memahami pasangan amatlah lemah. Sungguh sulit mengharapkan kejujuran dari pasangan selama pacaran karena masing-masing akan menutupi karakter aslinya.Jarang sekali dalam pacaran bisa menerima kekurangan pasangannya karena seringkali menuntut kesempurnaan sesuai dengan kriterianya.Mengenal pasangan memang penting tapi tidak selalu harus berpacaran tanpa komitmen yang jelas mau dibawa kemana hubungan kita selanjutnya? Dari sekian banyak pengamatan ternyata pacaran lebih banyak menimbulkan patah hati karena merasa dikhianati. Sesungguhnya pernikahan adalah ikatan yang suci maka proses untuk melangkah dan menuju ke arah sana pun harus jauh dari kemaksiatan. Sejatinya jodoh sudah ada yang mengatur tanpa pacaranpun kalau sudah jodoh pasti akan bersatu juga.Oleh karena itu selagi muda manfaatkan waktu, tenaga dan pikiran kita dalam aktifitas yang bermanfaat untuk kesuksesan baik di dunia dan di akhirat daripada menghabiskan waktu dengan pergaulan bebas yang tak tentu arah.
♥Di Setiap Kesulitan ada Kemudahan♥
♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..
Allah menciptakan dunia ini sebagai ujian bagi manusia. Terkadang dalam bentuk kesenangan dan di lain waktu dalam bentuk kesulitan. Demikian keadaan ini silih berganti. Tak kan selamanya kita senang dan tak kan selamanya kita sedih. Ingatlah sebuah pepatah “ kegagalan dan kesulitan hari ini bukan berarti kita akan sulit dan gagal untuk esok hari . Dan kemenangan atau kesenangan hari ini bukanlah berarti kemenangan atau kesenangan yang abadi selamanya .” Maka hadapilah dan nikmatilah keadaan ini sebagai bumbu kehidupan agar lebih berwarna dan lebih bermakna. Ibarat lukisan tak kan indah jika hanya satu warna yang ada. Demikian juga dengan kehidupan tak kan indah jika hanya kesulitan atau kesenangan yang mendominasi. Segalanya selalu berputar sesuai dengan irama kehidupan. Jika hari ini kita tertimpa musibah atau kesulitan yakinlah bahwa keadaan ini hanya sementara , akan ada waktunya kesenangan dan kebahagiaan menyapa, maka hadapi dengan kesabaran karena ini bukanlah siksaan namun sebagai penghapus atas segala dosa dan bentuk kasih sayang Allah untuk membentuk kematangan diri menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan ingatlah bahwa nikmat-Nya masih lebih banyak daripada kesulitan yang mendera. Dengan demikian akan melahirkan rasa tentram dan bahagia karena rasa syukur yang masih tersisa sehingga bukan hanya derita yang menyertainya. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan yakinlah akan kasih sayang Allah bahwa Dia tidak akan membebani makhluk-Nya di luar batas kemampuan. “ Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. Al-Mu’minun : 62 ).
Sesungguhnya orang yang beriman akan meyakini bahwa di setiap kesulitan yang mendera ada karunia Allah berupa kemudahan sepanjang dirinya istiqamah dalam ketaqwaan .“..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan( keperluan ) nya...( QS. Ath- Thalaq : 2-3 ).
Di kala kita menghadapi berbagai permasalahan dan kesulitan hidup belajarlah untuk mengendalikan diri agar tidak tenggelam dalam sikap putus asa. Teruslah berharap akan kemurahan dan kasih sayang Allah. Yakinlah bahwa di balik kesulitan ada kemudahan dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan keluar. “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” ( QS. Al – Insyirah : 5-6 ).
Demikian juga ketika kita diliputi oleh suasana bahagia janganlah tenggelam dalam sikap hidup yang berlebihan, karena akan ada masanya kesedihan juga ikut menyapa.
Demikianlah sahabat saudaraku fillah, semoga kita selalu istiqamah dalam ketaqwaan kepada Allah sehingga dalam mengarungi hidup ini diliputi oleh suasana tentram, aamiin.
♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥
Sahabat saudaraku fillah..
Allah menciptakan dunia ini sebagai ujian bagi manusia. Terkadang dalam bentuk kesenangan dan di lain waktu dalam bentuk kesulitan. Demikian keadaan ini silih berganti. Tak kan selamanya kita senang dan tak kan selamanya kita sedih. Ingatlah sebuah pepatah “ kegagalan dan kesulitan hari ini bukan berarti kita akan sulit dan gagal untuk esok hari . Dan kemenangan atau kesenangan hari ini bukanlah berarti kemenangan atau kesenangan yang abadi selamanya .” Maka hadapilah dan nikmatilah keadaan ini sebagai bumbu kehidupan agar lebih berwarna dan lebih bermakna. Ibarat lukisan tak kan indah jika hanya satu warna yang ada. Demikian juga dengan kehidupan tak kan indah jika hanya kesulitan atau kesenangan yang mendominasi. Segalanya selalu berputar sesuai dengan irama kehidupan. Jika hari ini kita tertimpa musibah atau kesulitan yakinlah bahwa keadaan ini hanya sementara , akan ada waktunya kesenangan dan kebahagiaan menyapa, maka hadapi dengan kesabaran karena ini bukanlah siksaan namun sebagai penghapus atas segala dosa dan bentuk kasih sayang Allah untuk membentuk kematangan diri menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan ingatlah bahwa nikmat-Nya masih lebih banyak daripada kesulitan yang mendera. Dengan demikian akan melahirkan rasa tentram dan bahagia karena rasa syukur yang masih tersisa sehingga bukan hanya derita yang menyertainya. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan yakinlah akan kasih sayang Allah bahwa Dia tidak akan membebani makhluk-Nya di luar batas kemampuan. “ Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. Al-Mu’minun : 62 ).
Sesungguhnya orang yang beriman akan meyakini bahwa di setiap kesulitan yang mendera ada karunia Allah berupa kemudahan sepanjang dirinya istiqamah dalam ketaqwaan .“..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan( keperluan ) nya...( QS. Ath- Thalaq : 2-3 ).
Di kala kita menghadapi berbagai permasalahan dan kesulitan hidup belajarlah untuk mengendalikan diri agar tidak tenggelam dalam sikap putus asa. Teruslah berharap akan kemurahan dan kasih sayang Allah. Yakinlah bahwa di balik kesulitan ada kemudahan dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan keluar. “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” ( QS. Al – Insyirah : 5-6 ).
Demikian juga ketika kita diliputi oleh suasana bahagia janganlah tenggelam dalam sikap hidup yang berlebihan, karena akan ada masanya kesedihan juga ikut menyapa.
Demikianlah sahabat saudaraku fillah, semoga kita selalu istiqamah dalam ketaqwaan kepada Allah sehingga dalam mengarungi hidup ini diliputi oleh suasana tentram, aamiin.
♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥
˚•╰☆╮•Mandiri Sejak Dini•╰☆╮•˚
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sahabat saudaraku fillah..Sesungguhnya kasih terhadap anak tak harus memanjakannya...
Sayang terhadap anak tak harus memujanya...
Jika kecil dimanja, besar dibawa ke mana saja, tak peduli baik buruknya, maka di masa dewasa tak bisa apa- apa..
Anak perlu dimanja dan dipuja, perlu dikerasi dan ditegasi , tapi lihatlah situasi dan kondisi agar kelak bisa hidup mandiri...
Saudaraku..bagaimanapun sayangnya dan cintanya kita kepada mereka, tetap harus menyadari bahwa kita tak mungkin akan mendampingi anak-anak kita sepanjang hidupnya. Akan ada masanya kita harus rela melepaskan mereka agar bisa mengepakkan sayap terbang tinggi untuk menggapai dunianya sendiri. Oleh karena itu selagi masih diberi kesempatan untuk membina anak-anak tanamkan sejak dini tentang keimanan, pendidikan akhlaq dan kemandirian sebagai modal dan bekal bagi kehidupan mereka selanjutnya.
Kemandirian merupakan kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sendiri dengan sedikit bimbingan sesuai kemampuannya dan tidak senang bersandar atau mengandalkan orang lain.Yang dimaksud mandiri di sini bukan berarti membiarkan mereka bebas berpendapat, liar dengan idenya sendiri dan tak pernah melibatkan orang yang lebih berakal dan berilmu. Tapi mengajarkan mereka untuk tidak terlalu bergantung kepada orang lain. Bila seorang anak hingga dewasa terlalu bersandar kepada orang tua dalam segala urusan maka ia akan mengalami kesulitan untuk mandiri karena ia tak terbiasa. Oleh karena itu entah apapun peran kita saat ini baik sebagai kakak, guru atau orang tua melatih kemandirian bagi anak itu amatlah berguna. Karena di pundak merekalah penerus generasi kita untuk masa yang akan datang.
Sahabat saudaraku fillah..Sesungguhnya kasih terhadap anak tak harus memanjakannya...
Sayang terhadap anak tak harus memujanya...
Jika kecil dimanja, besar dibawa ke mana saja, tak peduli baik buruknya, maka di masa dewasa tak bisa apa- apa..
Anak perlu dimanja dan dipuja, perlu dikerasi dan ditegasi , tapi lihatlah situasi dan kondisi agar kelak bisa hidup mandiri...
Saudaraku..bagaimanapun sayangnya dan cintanya kita kepada mereka, tetap harus menyadari bahwa kita tak mungkin akan mendampingi anak-anak kita sepanjang hidupnya. Akan ada masanya kita harus rela melepaskan mereka agar bisa mengepakkan sayap terbang tinggi untuk menggapai dunianya sendiri. Oleh karena itu selagi masih diberi kesempatan untuk membina anak-anak tanamkan sejak dini tentang keimanan, pendidikan akhlaq dan kemandirian sebagai modal dan bekal bagi kehidupan mereka selanjutnya.
Kemandirian merupakan kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sendiri dengan sedikit bimbingan sesuai kemampuannya dan tidak senang bersandar atau mengandalkan orang lain.Yang dimaksud mandiri di sini bukan berarti membiarkan mereka bebas berpendapat, liar dengan idenya sendiri dan tak pernah melibatkan orang yang lebih berakal dan berilmu. Tapi mengajarkan mereka untuk tidak terlalu bergantung kepada orang lain. Bila seorang anak hingga dewasa terlalu bersandar kepada orang tua dalam segala urusan maka ia akan mengalami kesulitan untuk mandiri karena ia tak terbiasa. Oleh karena itu entah apapun peran kita saat ini baik sebagai kakak, guru atau orang tua melatih kemandirian bagi anak itu amatlah berguna. Karena di pundak merekalah penerus generasi kita untuk masa yang akan datang.
❀ ♥MENGHIDUPKAN SUASANA AGAMA ❀ ♥ ❀ ♥MENUJU RUMAH TAQWA❀ ♥
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Rumah adalah benteng tempat kita berlindung dan beristirahat,dan tentunya berharap bahwa rumah yang kita diami juga merupakan petunjuk dan cahaya yang dapat menyinari rumah dengan penuh keridahan dan keberkahan Allah Subhanu wa Ta’ala.Rumah yang disinari dengan pelita dan petujuk dan cahaya Ilahi, ketika memasukinya kita akan merasa gembira dengan pancaran cinta,kejujuran kehangatan sinar kebahagiaan dan kebaikannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Jadikanlah rumah-rumahmu sebagai kiblat dan dirikanlah shalat serta berilah kabar gembira untuk orang-orang beriman,”(Q.S. Yunus : 87).
Rumah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah yang didalamnya hidup amal-amal agama. Rumah kita harus dijadikan sebagai rumah taqwa, Sebagaimana Masjid taqwa adalah masjid yang didalamnya hidup amal masjid,yaitu da’wah Ilallah,majelis ta’lim,ibadah dan dzikir,khidmat atau pelayanan.
Untuk menjadikan rumah kita sebagai rumah taqwa, maka kita harus menghidupkan empat amal masjid tersebut di dalam rumah kita. Rumah kita jangan hanya dijadikan sebagai tempat tidur,makan,minum saja, akan tetapi didalamnya kita harus membuat tempat khusus untuk mendirikan shalat,membaca Al Quran, berdzikir,mengadakan majelis ta’lim dan sebagainya. Demikian juga jika di dalam rumah itu, muslimah mengamalkan agama, maka dengan keutamaan dan kemuliaanNya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan banyak ganjaran.
Tempat paling ideal bagi muslimah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’ adalah dirumahnya.Oleh karena itu hendaklah para muslimah menjadikan rumah mereka sebagai ‘rumah taqwa’yaitu rumah yang dipenuhi ketaatan dan amalan-amalan agama,sehinga rumah tersebut mengundang turunya Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apabila rumah kita dipenuhi Rahmat-Nya, barulah akan tercipta ketentraman,kedamaian dan kebahagiaan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa “Rumahku adalah Surgaku”padahal rumah Beliau sangat sederhana, hal itu tiada lain karena rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’banyak dipenuhi amalan-amalan agama yang dihidupkan oleh isteri-isteri Beliau.
Rumah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah yang didalamnya hidup amal-amal da’wah iman,yaitu dengan mentaati seluruh perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya,yakni mengamalkan agama secara sempurna.Keyakinan ini perlu kita tanamkan kedalam hati kita.
Apabila nilai-nilai agama wujud pada diri seseorang, baik laki-laki maupun wanita, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala’akan memperbaiki kehidupan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Akan tetapi apabila ia tidak mengamalkan agama, maka ia akan ditimpa kesusahan dan kesempitan hidup di dunia an azab di akhirat.
Kita patut bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’yang telah menciptakan kita sebagai manusia yang beriman kepada-Nya, dan telah memberikan kenikamatan iman dan Islam adalah anugerah yang paling tinggi .Oleh karena itu mulai saat ini dirumah kita harus berusaha bersunguh-sungguh untuk meningkatkan dan menyuburkan Iman.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
“Perbaharuilah iman kamu sekalian!”Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, bagaimana kami meperbaharui iman kami?” Rasulullah menjawab,”Perbanyaklah ucapan Laa Ilaaha Illallah.”(H.R. Bukhari).
Iman adalah kekayaan yang sangat berharga, maka wajar saja iman pun mempunyai musuh yang selalu menginginkannya agar iman itu hilang dari kita,musuh itu adalah syetan yang berusaha dengan sunguh-sunguh menggoda dan menggelincirkan manusia dari keimanannya.Syetan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mendorong manusia agar melakukan perbuatan maksiat.
Maka yang harus dilakukan langkah pertama, kita sering mengadakan pembicaraan tentang kepentingan iman di rumah kita bersama keluarga dan semua penghuni rumah,membicarakan kebesaran,kekuasaan,kesemp
Rumah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah yang didalamnya hidup amal-amal Ta’lim,yaitu dengan mewujudkan suasana agama di rumah dengan mengadakan majelis ta’lim tentang keutamaan dan nilai-nilai amal (Fadhail Amal).Majlis ta’lim adalah pintu masuknya amal-amal agama ke dalam rumah.Bila rumah didalamnya diadakan majelis ta’lim, akan dikerumuni oleh para Malaikat, malaikat adalah mahluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang selalu taat dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jika malaikat itu terus menerus mengerumuni rumah kita, maka sifat-sifat taatnya itu akan menyebar dan terpatri kepada seluruh penghuni rumah, sehingga mereka pun mudah untuk mentaati perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala’.demikian juga anak-anak mudah taat kepada orang tua, Isteri mudah taat kepada suami dan seterusnya.
Demikian juga di rumah, menghidupkan adab Sunnah.Amalia kita sehari-hari seharusnya mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’dengan demikian semua yang kita lakukan itu akan dianggap ibadah dan berpahala disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala’. Adab-adab yang harus kita hidupkan dirumah diantaranya,Adab tidur,adab makan,adab istinja (masuk wc),adab berpakaian,adab berdoa dan seteterusnya. Demikianlah saudaraku..semoga untaian ini bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)





