Sunday, 4 March 2012

.:: TAHAP-TAHAP ZiKiR ::.


Terdapat 4 tahap zikir yang mesti dilalui oleh orang yang berzikir.

1)Zikir GHAFLAH

Di peringkat zikir ini,ruang hati orang yang berzikir, masih dipenuhi perkara-perkara lain daripada Allah. Sebab itu hatinya digelar sebagai hati yang ghaflah. Ghaflah maksudnya 'lalai'.Bagaimanapun,kita tidak akan tahu dan faham maksud lalai selagi kita tidak dikurniakan oleh Allah dengan dihilangkan lalai itu dari ruang hati kita. Dikatakan bahawa 'siapa yang tidak merasa,dia tidak akan tahu'.

2)Zikir YAQAZAH

Diperingkat ini dengan rahmat Allah, hati orang yang berberzikir telah ditukarkan darv ghaflah dan yaqazah. Yaqazah bermaksud 'sedar' atau 'jaga'. Untuk mudah kita fahami maksud yaqazah, sesetengah ulama membuat misal antara seorang yang tidur dan seorang yang jaga. Keadaan seseorang yang tidur nyenyak itu adalah ghaflah.
Manakala seseorang yang terjaga dari tidur itu adalah gambaran yaqazah hati. Maksudnya,apabila hati itu berada dalam keadaan yaqazah maka hati dapat memahami apa yang tidak dapat difahamai semasa dalam keadaan ghaflah.

3)Zikir HUDUR

Maksudnya,hati terlalu kuat ingatan kepada Allah. Allah sahaja yang menarik perhatian hati. Ruang-ruang hati dipenuhi dengan Allah. Hati juga tertarik semata-mata kepada Allah dan keredhaanNya.Seolah-olah hati telah terlepas dari pengaruh makhluk dan menjadi merdeka sebagai hamba Allah sahaja.

4) Zikir GHAiBAH

Maksudnya,yang lain daripada Allah akan hilang dari ingatan,Allah sahaja yang diingat. inilah keadaan hati yang berada dalam keadaan fana' (membaiki hati,membersihkan hati atau mendekatkan diri dengan Allah)

...♥☆˚◦ Remaja Gaul ◦˚☆ ♥....


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat saudaraku fillah..Masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Di masa ini biasanya remaja senang memperluas pergaulan, baik teman sejenis maupun lawan jenis. Remaja yang senang bergaul dan tidak suka menutup diri, biasanya memiliki banyak teman. Dalam pandangan remaja, kita mengenal istilah remaja gaul. Seperti apakah remaja gaul itu sebenarnya?


Menurut pandangan remaja pada umumnya gaul dipahami sebagai kebersamaan, kesetiaan, kesamaan sikap dan tingkah laku dengan teman-temannya. Sehingga kalau tidak mengikuti apa yang menjadi tren di kalangan mereka ia dikatakan kurang pergaulan dan sering ditinggalkan. Hal ini berdampak baik apabila ia bisa memilih teman yang terjaga perilakunya sehingga ia ikut terbawa dalam kebaikan. Namun akan berdampak buruk manakala ia salah memilih teman sehingga ia pun bisa terbawa pada perbuatan yang tercela.


Lantas menurut Islam apa yang dimaksud dengan remaja gaul itu?


Remaja gaul menurut Islam adalah remaja yang mengetahui norma ( aturan ) yang mengatur pergaulan antar sesama, diantaranya :


1.Lebih baik diam daripada berkata yang tidak baik

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

“ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir , maka hendaklah berkata yang baik ( atau kalau tidak bisa ) lebih baik diam .” ( HR.Muslim ).

Tentunya siapapun akan nyaman bergaul manakala kita mampu menjaga lisan agar tetap santun dalam bertutur kata, ramah dan sikap yang sopan.


2. Lebih takut kepada Allah daripada yang lain

Jangan takut mengatakan “tidak” terhadap ajakan kawan yang tidak baik, biarpun kita dianggap kurang pergaulan. Milikilah prinsip kebenaran dalam hidup dan pegang teguhlah prinsip itu. Namun demikian kita harus memiliki sikap yang bijak dalam menghadapi ajakan yang tidak baik dari kawan. Tetaplah berbicara yang baik dan sopan, janganlah terkesan menggurui dan memojokkan mereka. Berilah tauladan dengan sikap dan perbuatan terbaik kita karena sebaik-baik nasehat adalah ketauladanan. Dan yang paling jitu untuk terhindar dari melakukan kemaksiatan adalah menanamkan rasa takut kepada Allah ketika godaan itu datang mempengaruhi kita. Di dalam Islam tidak boleh ada ketaatan terhadap siapapun jika menyangkut kemaksiatan kepada Allah.

“ Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya dalam hal kebaikan.” ( HR. Bukhari dan Muslim ).


3. Mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia

Seorang remaja sudah dikategorikan mukallaf artinya harus menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Seorang remaja yang baik tidak akan berani berbuat dosa karena takut akan siksa di akhirat nanti. Sehingga ia akan banyak melakukan amal ibadah daripada hanya sekedar hura-hura menikmati keindahan dunia yang sementara. Biarlah dikatakan kurang pergaulan asal kita selamat dunia dan akhirat.


4. Rela bersusah payah dahulu untuk mendapatkan keberhasilan

Sebuah pepatah “ Berakit-rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Tak ada kesuksesan yang datang dengan tiba-tiba, semua butuh proses, butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Seorang remaja yang taat beribadah, tekun belajar, pandai memanfaatkan waktu, pandai memilih relasi/ kawan yang baik Insya Allah akan mudah meraih cita-cita. Masa muda tak akan terulang untuk kedua kali. Isilah dengan karya-karya terbaik kita yang memberi manfaat baik buat diri dan sesama. Cari dan gali terus potensi kita, jangan menyerah atas segala keterbatasan. Karena dibalik kekurangan Allah sudah menyiapkan banyak kelebihan.


5. Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia

Lakukanlah perbuatan yang mendatangkan manfaat dan tinggalkan perbuatan yang sia-sia ( tidak mendatangkan manfaat ). Hindari pacaran/pergaulan bebas dengan lawan jenis, minum-minuman keras dan perbuatan tercela lainnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya :

“ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al- Ashr : 1-3 ).


Seorang remaja yang menerapkan prinsip-prinsip di atas tidaklah dikategorikan remaja yang kurang pergaulan . Ia justru remaja yang baik dan pantas dijadikan teladan bagi teman-temannya. Ia mampu menempatkan diri dalam pergaulan modern dan tetap berpijak kepada norma( aturan ) dari Allah.

˚•╰♥╮•Bercinta dalam Islam•╰♥╮•˚


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..sesungguhnya Islam menjaga dan memuliakan kita dengan beberapa aturan jikalau kita patuhi sesunggguhnya amat bermanfaat buat kita sendiri. Salah satunya aturan pergaulan dengan lawan jenis. Allah mengatur pengungkapan rasa sayang terhadap lawan jenis dengan lebih terhormat dan indah melalui pernikahan.Lantas bagaimana seharusnya pergaulan yang benar antara laki-laki dan wanita sebelum terjadi pernikahan?

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,” hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.Katakanlah kepada wanita yang beriman, “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya......”( Lihat selengkapnya QS. An-Nur:31-32).

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS.Al Isra: 32).

“ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah setan.”(HR.Ahmad).

Saudaraku..dalam hubungan lawan jenis yang belum terikat dalam pernikahan,Allah telah memberi rambu-rambu kepada kita agar tidak mendekati zina, dan pacaran adalah salah satunya. Oleh karena itu dalam Islam pacaran adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah karena akan membuka pintu kemaksiatan yang lain.Pacaran banyak mudharatnya karena hubungan tidak dibangun di atas komitmen yang kuat.Keinginan untuk menjaga hati, perilaku dan memahami pasangan amatlah lemah. Sungguh sulit mengharapkan kejujuran dari pasangan selama pacaran karena masing-masing akan menutupi karakter aslinya.Jarang sekali dalam pacaran bisa menerima kekurangan pasangannya karena seringkali menuntut kesempurnaan sesuai dengan kriterianya.Mengenal pasangan memang penting tapi tidak selalu harus berpacaran tanpa komitmen yang jelas mau dibawa kemana hubungan kita selanjutnya? Dari sekian banyak pengamatan ternyata pacaran lebih banyak menimbulkan patah hati karena merasa dikhianati. Sesungguhnya pernikahan adalah ikatan yang suci maka proses untuk melangkah dan menuju ke arah sana pun harus jauh dari kemaksiatan. Sejatinya jodoh sudah ada yang mengatur tanpa pacaranpun kalau sudah jodoh pasti akan bersatu juga.Oleh karena itu selagi muda manfaatkan waktu, tenaga dan pikiran kita dalam aktifitas yang bermanfaat untuk kesuksesan baik di dunia dan di akhirat daripada menghabiskan waktu dengan pergaulan bebas yang tak tentu arah.

♥Di Setiap Kesulitan ada Kemudahan♥


♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..

Allah menciptakan dunia ini sebagai ujian bagi manusia. Terkadang dalam bentuk kesenangan dan di lain waktu dalam bentuk kesulitan. Demikian keadaan ini silih berganti. Tak kan selamanya kita senang dan tak kan selamanya kita sedih. Ingatlah sebuah pepatah “ kegagalan dan kesulitan hari ini bukan berarti kita akan sulit dan gagal untuk esok hari . Dan kemenangan atau kesenangan hari ini bukanlah berarti kemenangan atau kesenangan yang abadi selamanya .” Maka hadapilah dan nikmatilah keadaan ini sebagai bumbu kehidupan agar lebih berwarna dan lebih bermakna. Ibarat lukisan tak kan indah jika hanya satu warna yang ada. Demikian juga dengan kehidupan tak kan indah jika hanya kesulitan atau kesenangan yang mendominasi. Segalanya selalu berputar sesuai dengan irama kehidupan. Jika hari ini kita tertimpa musibah atau kesulitan yakinlah bahwa keadaan ini hanya sementara , akan ada waktunya kesenangan dan kebahagiaan menyapa, maka hadapi dengan kesabaran karena ini bukanlah siksaan namun sebagai penghapus atas segala dosa dan bentuk kasih sayang Allah untuk membentuk kematangan diri menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan ingatlah bahwa nikmat-Nya masih lebih banyak daripada kesulitan yang mendera. Dengan demikian akan melahirkan rasa tentram dan bahagia karena rasa syukur yang masih tersisa sehingga bukan hanya derita yang menyertainya. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan yakinlah akan kasih sayang Allah bahwa Dia tidak akan membebani makhluk-Nya di luar batas kemampuan. “ Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. Al-Mu’minun : 62 ). 


Sesungguhnya orang yang beriman akan meyakini bahwa di setiap kesulitan yang mendera ada karunia Allah berupa kemudahan sepanjang dirinya istiqamah dalam ketaqwaan .“..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan( keperluan ) nya...( QS. Ath- Thalaq : 2-3 ).

Di kala kita menghadapi berbagai permasalahan dan kesulitan hidup belajarlah untuk mengendalikan diri agar tidak tenggelam dalam sikap putus asa. Teruslah berharap akan kemurahan dan kasih sayang Allah. Yakinlah bahwa di balik kesulitan ada kemudahan dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan keluar. “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” ( QS. Al – Insyirah : 5-6 ).
Demikian juga ketika kita diliputi oleh suasana bahagia janganlah tenggelam dalam sikap hidup yang berlebihan, karena akan ada masanya kesedihan juga ikut menyapa.

Demikianlah sahabat saudaraku fillah, semoga kita selalu istiqamah dalam ketaqwaan kepada Allah sehingga dalam mengarungi hidup ini diliputi oleh suasana tentram, aamiin.

♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥

˚•╰☆╮•Mandiri Sejak Dini•╰☆╮•˚


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Sahabat saudaraku fillah..Sesungguhnya kasih terhadap anak tak harus memanjakannya...

Sayang terhadap anak tak harus memujanya...

Jika kecil dimanja, besar dibawa ke mana saja, tak peduli baik buruknya, maka di masa dewasa tak bisa apa- apa..

Anak perlu dimanja dan dipuja, perlu dikerasi dan ditegasi , tapi lihatlah situasi dan kondisi agar kelak bisa hidup mandiri...

Saudaraku..bagaimanapun sayangnya dan cintanya kita kepada mereka, tetap harus menyadari bahwa kita tak mungkin akan mendampingi anak-anak kita sepanjang hidupnya. Akan ada masanya kita harus rela melepaskan mereka agar bisa mengepakkan sayap terbang tinggi untuk menggapai dunianya sendiri. Oleh karena itu selagi masih diberi kesempatan untuk membina anak-anak tanamkan sejak dini tentang keimanan, pendidikan akhlaq dan kemandirian sebagai modal dan bekal bagi kehidupan mereka selanjutnya.

Kemandirian merupakan kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sendiri dengan sedikit bimbingan sesuai kemampuannya dan tidak senang bersandar atau mengandalkan orang lain.Yang dimaksud mandiri di sini bukan berarti membiarkan mereka bebas berpendapat, liar dengan idenya sendiri dan tak pernah melibatkan orang yang lebih berakal dan berilmu. Tapi mengajarkan mereka untuk tidak terlalu bergantung kepada orang lain. Bila seorang anak hingga dewasa terlalu bersandar kepada orang tua dalam segala urusan maka ia akan mengalami kesulitan untuk mandiri karena ia tak terbiasa. Oleh karena itu entah apapun peran kita saat ini baik sebagai kakak, guru atau orang tua melatih kemandirian bagi anak itu amatlah berguna. Karena di pundak merekalah penerus generasi kita untuk masa yang akan datang.

❀ ♥MENGHIDUPKAN SUASANA AGAMA ❀ ♥ ❀ ♥MENUJU RUMAH TAQWA❀ ♥




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Rumah adalah benteng tempat kita berlindung dan beristirahat,dan tentunya berharap bahwa rumah yang kita diami juga merupakan petunjuk dan cahaya yang dapat menyinari rumah dengan penuh keridahan dan keberkahan Allah Subhanu wa Ta’ala.Rumah yang disinari dengan pelita dan petujuk dan cahaya Ilahi, ketika memasukinya kita akan merasa gembira dengan pancaran cinta,kejujuran kehangatan sinar kebahagiaan dan kebaikannya.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Jadikanlah rumah-rumahmu sebagai kiblat dan dirikanlah shalat serta berilah kabar gembira untuk orang-orang beriman,”(Q.S. Yunus : 87).


Rumah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah yang didalamnya hidup amal-amal agama. Rumah kita harus dijadikan sebagai rumah taqwa, Sebagaimana Masjid taqwa adalah masjid yang didalamnya hidup amal masjid,yaitu da’wah Ilallah,majelis ta’lim,ibadah dan dzikir,khidmat atau pelayanan.


Untuk menjadikan rumah kita sebagai rumah taqwa, maka kita harus menghidupkan empat amal masjid tersebut di dalam rumah kita. Rumah kita jangan hanya dijadikan sebagai tempat tidur,makan,minum saja, akan tetapi didalamnya kita harus membuat tempat khusus untuk mendirikan shalat,membaca Al Quran, berdzikir,mengadakan majelis ta’lim dan sebagainya. Demikian juga jika di dalam rumah itu, muslimah mengamalkan agama, maka dengan keutamaan dan kemuliaanNya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan banyak ganjaran.


Tempat paling ideal bagi muslimah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’ adalah dirumahnya.Oleh karena itu hendaklah para muslimah menjadikan rumah mereka sebagai ‘rumah taqwa’yaitu rumah yang dipenuhi ketaatan dan amalan-amalan agama,sehinga rumah tersebut mengundang turunya Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Apabila rumah kita dipenuhi Rahmat-Nya, barulah akan tercipta ketentraman,kedamaian dan kebahagiaan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa “Rumahku adalah Surgaku”padahal rumah Beliau sangat sederhana, hal itu tiada lain karena rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’banyak dipenuhi amalan-amalan agama yang dihidupkan oleh isteri-isteri Beliau.


Rumah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah yang didalamnya hidup amal-amal da’wah iman,yaitu dengan mentaati seluruh perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya,yakni mengamalkan agama secara sempurna.Keyakinan ini perlu kita tanamkan kedalam hati kita.


Apabila nilai-nilai agama wujud pada diri seseorang, baik laki-laki maupun wanita, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala’akan memperbaiki kehidupan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Akan tetapi apabila ia tidak mengamalkan agama, maka ia akan ditimpa kesusahan dan kesempitan hidup di dunia an azab di akhirat.


Kita patut bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’yang telah menciptakan kita sebagai manusia yang beriman kepada-Nya, dan telah memberikan kenikamatan iman dan Islam adalah anugerah yang paling tinggi .Oleh karena itu mulai saat ini dirumah kita harus berusaha bersunguh-sungguh untuk meningkatkan dan menyuburkan Iman.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

“Perbaharuilah iman kamu sekalian!”Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, bagaimana kami meperbaharui iman kami?” Rasulullah menjawab,”Perbanyaklah ucapan Laa Ilaaha Illallah.”(H.R. Bukhari).


Iman adalah kekayaan yang sangat berharga, maka wajar saja iman pun mempunyai musuh yang selalu menginginkannya agar iman itu hilang dari kita,musuh itu adalah syetan yang berusaha dengan sunguh-sunguh menggoda dan menggelincirkan manusia dari keimanannya.Syetan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mendorong manusia agar melakukan perbuatan maksiat.


Maka yang harus dilakukan langkah pertama, kita sering mengadakan pembicaraan tentang kepentingan iman di rumah kita bersama keluarga dan semua penghuni rumah,membicarakan kebesaran,kekuasaan,kesempurnaan dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala’,membicarakan keadaan alam akhirat,membicarakan pentingnya menghidupkan sunnah dan mendorong keluarga kita yang laki-laki untuk memperjuangkan Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Rumah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah yang didalamnya hidup amal-amal Ta’lim,yaitu dengan mewujudkan suasana agama di rumah dengan mengadakan majelis ta’lim tentang keutamaan dan nilai-nilai amal (Fadhail Amal).Majlis ta’lim adalah pintu masuknya amal-amal agama ke dalam rumah.Bila rumah didalamnya diadakan majelis ta’lim, akan dikerumuni oleh para Malaikat, malaikat adalah mahluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang selalu taat dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Jika malaikat itu terus menerus mengerumuni rumah kita, maka sifat-sifat taatnya itu akan menyebar dan terpatri kepada seluruh penghuni rumah, sehingga mereka pun mudah untuk mentaati perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala’.demikian juga anak-anak mudah taat kepada orang tua, Isteri mudah taat kepada suami dan seterusnya.


Demikian juga di rumah, menghidupkan adab Sunnah.Amalia kita sehari-hari seharusnya mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’dengan demikian semua yang kita lakukan itu akan dianggap ibadah dan berpahala disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala’. Adab-adab yang harus kita hidupkan dirumah diantaranya,Adab tidur,adab makan,adab istinja (masuk wc),adab berpakaian,adab berdoa dan seteterusnya. Demikianlah saudaraku..semoga untaian ini bermanfaat.

• ☆◦˚ Suka Duka Persahabatan˚◦☆•


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat saudaraku fillah..Alhamdulillah... Itulah kata pertama kali yang kita ucapkan manakala Allah menganugerahkan kepada kita sahabat - sahabat yang baik. Namun terkadang kenyataan tak seindah yang diharapkan. Allah memperkenalkan kepada kita beberapa teman dengan berbagai karakter dan bentuk fisik yang berbeda. Subhanallah... dunia penuh warna...


♥ Ada teman yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas ...


♥ Ada teman yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama..


♥ Ada teman yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain...


♥ Ada teman yang tidak bisa dipercaya dan kata- katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya..


♥ Ada teman yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita berpikir bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada...


Itulah beragam karakter manusia, Allah memperkenalkan mereka kepada kita agar lebih bijak menyikapi kehidupan dan bisa mengambil hikmah darinya dengan saling melengkapi.

Namun demikian Islam yang mulia ini memberikan rambu-rambu dalam memilih teman sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini :

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang sholeh dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar atau kamu mendapatkan bau yang tidak sedap. “( HR.Bukhari dan Muslim ).

“ Seorang insan itu tergantung kebiasaan teman karibnya , maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan teman karib”. ( HR. At-Tirmidzi ).


Sahabat saudaraku fillah..


Orang akan mengetahui karakter kita yang sebenarnya dari teman kita. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih teman. Tidaklah pantas kita berteman dengan orang yang tidak mendatangkan kebaikan baik untuk urusan dunia dan akherat. Sungguh..sendirian itu lebih baik daripada berteman dengan orang yang jahat. Namun selama bisa mencari teman yang baik mengapa harus sendirian?


Tak bisa mencari teman yang baik adalah bukti kelemahan diri, namun akan lebih lemah lagi apabila menyia-nyiakan sahabat baik yang telah kita peroleh dengan susah payah. Saudaraku..janganlah meninggalkan teman yang sebelumnya berhati lurus namun tiba-tiba berubah karena berbagai sebab , rangkul kembali dan ajaklah meniti kembali jalan kebenaran karena kalau kita tinggalkan bagaimana yang bengkok menjadi lurus? Kuatkan kendali diri agar kita bisa meluruskan kembali jalan yang bengkok.

♥Ketika Bahtera Rumah Tangga Dimulai♥


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat saudaraku fillah...Ketika bahtera rumah tangga dimulai, berpikirlah bersama pasangan agar tercipta rumahku adalah surgaku. Ciptakan rumah tangga yang harmonis dengan menjaga tatakrama dan pergaulan yang baik dengan pasangan agar terwujud pendidikan, penghormatan, dan kasih sayang yang membawa kedamaian.Untuk membagun rumah tangga yang sakinah, mawaddah ,warahmah,tentram dan penuh kedamaian, wanita sebagai istri mempunyai peranan sangat penting. Oleh karena itu Islam sangat memperhatikan wanita dan perananya dengan meninggikan derajatnya.Oleh karena itu jika hendak membangun dan membentuk sebuah rumah tangga, maka yang terpenting pilihlah wanita yang beragama.Dalam hai ini Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :


“Pilihlah Wanita yang Beragama,Maka kamu akan Beruntung”(H.R. Bukhari)


“Yang dapat diambil manfaatnya oleh seorang mukmin setelah taqwa adalah kebaikan dari Istri sholehah, jika diperintah ia mentaati,jika dilihat ia menyenangkan,jika disumpah ia melepaskannya,jika ditinggal ia menjaga dirinya dan harta suaminya”. (H.R. Ibnu Majah). 



Saudaraku ..sungguh Islam begitu luhur nilai-nilai ajarannya. Salah satunya mengatur kehidupan rumah tangga.Seorang suami dianjurkan agar memperlakukan dengan baik terhadap istri mulai dari menghargai pendapatnya,memahami perasaanya,dan memenuhi segala kebutuhannya tidak hanya dalam bentuk materi, tapi juga dalam bentuk pengertian,penghargaan,cinta dan kasih sayang,serta merasa diperhatikan dan memperlakukannya dengan baik. 



Seorang istri adalah sebagai mitra sejajar bagi suami. Oleh karena itu jika menghadapi persoalan yang menyangkut kehidupan bersama dalam rumah tangga alangkah bijaknya manakala suami mengajak istri bermusyawarah dalam menentukan pendapatnya. Dalam perjalanan mengarungi bahtera rumah tangga, beragam masalah tak luput silih berganti menyertainya. Namun dengan adanya kebersamaan dan saling memahami tugasnya masing- masing akan dapat menghadapi berbagai problema dengan selamat. Terkadang ada hal-hal yang membuat ketegangan karena salah paham.Bila demikian belajarlah untuk saling mengendalikan diri, serta arif bijaksana dalam mengedepankan tenggang rasa,saling pengertian,dan saling toleransi sehingga ketegangan dan kesalah pahaman tidak terus berlanjut dan berlarut-larut. 



Saudaraku..berikut ini resep untuk merawat cinta dan kasih sayang dengan pasangan agar tercipta rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah :



1.Hiasi rumah tangga dengan aktifitas yang Islami.
Agar rumah tangga barakah maka perbanyaklah shalat berjamaah dengan pasangan, usahakan untuk qiyamullail,memperbanyak tadarus Al-Qur’an dan membudayakan ucapan salam.



2. Saling mendo’akan.
Biasakan saling mendo’akan karena do’a akan melahirkan dan merekatkan cinta



3.Komunikasi yang harmonis dengan pasangan.
Tak bisa dipungkiri bahwa komunikasi yang lancar dan terbuka memegang peranan yang penting agar tercipta saling pengertian dan keharmonisan.



4. Membudayakan gemar saling tolong menolong.
Cinta dan kasih sayang dengan pasangan akan meningkat manakala membiasakan saling tolong menolong.


5. Toleransi.
Tiada manusia yang sempurna tanpa kesalahan. Oleh karena itu jika suami atau istri melakukan kesalahan mudahlah untuk memaafkan dan jangan menyimpan rasa dendam.

☀Wanita adalah Pondasi Rumah Tangga☀



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ya Ukhti fillah...sesungguhnya di balik kelemahan fisik dan halusnya perasaan kita , tersimpan kekuatan yang tiada terperi. Oleh karena itu wanita sering disebut sebagai pondasi rumah tangga, yang jika lalai maka bangunan rumah tangga itu akan roboh dan menimpa seluruh keluarga. Maka belajarlah kesabaran...hentikan tindakan egois kita yang mengutamakan kebahagiaan sendiri. Percayalah, melayani bukan berarti menjadikan kita sebagai pelayan ,ini adalah salah satu ciri kemuliaan kita sebagai wanita yang berbudi dan berakhlak mulia.


Di kala gundah menyapa..di kala resah tiada menemukan muaranya...bersabarlah untuk tidak mengumbar tangis kesedihan kepada orang yang tidak bisa dipercaya, walaupun kita berhak dan ingin melakukannya. Karena jika kita bersedih, maka bukan hanya kita yang akan berduka. Suami pun akan lebih bersedih karena kewajiban dia yang memang harus membahagiakan kita. Sampaikan saja seluruh keluh kesah itu kepada Allah Yang Maha Menyelesaikan dan Maha Pemberi jalan keluar... sampaikan segala duka lara itu melalui sujud dan munajat kepada-Nya . Atau kalau harus memerlukan jalan penengah sampaikan kepada orang yang bisa dipercaya yang memungkinkan kita mendapatkan nasehat bijaknya.


Dalam pergaulan rumah tangga jikalau keadaan suami dalam kesulitan hendaklah jangan banyak meminta, walaupun kita berhak mendapatkan sedangkan suami sudah banyak berusaha. Jadikanlah qanaah dan hidup sederhana sebagai penghias diri kita.Ringankan bebannya walaupun sedikit. Jangan beratkan hatinya dengan sikap tidak baik kita walau hanya sesaat. Jadikanlah diri kita sebagai embun penyejuk di kala suami resah dan pemompa semangat suami di kala semangat hidupnya mulai melemah.Bayangkan bagaimana suami kita harus menjawab pertangungjawabannya di hadapan Allah dalam mendidik kita. Untuk itu ringankan bebannya dengan belajar menjadi istri yang sholehah.


Jikalau ada keluhan belajarlah untuk menyampaikan keluhan itu dengan halus dan santun sebagaimana kitapun ingin diperlakukan demikian. Karena rumah tangga adalah tentang komunikasi dan bekerjasama, dan bukan ajang tuntut menuntut, apalagi memperinci kekurangan pasangan kita. Seperti halnya diri kitapun tak ingin hanya dilihat dari sisi kekurangannya saja bukan?


Maka kuatkanlah batin sekuat yang kita bisa, karena keluarga membutuhkan kita untuk menguatkan mereka. Dan jika semua sudah diluar kemampuan, maka jangan pernah bersandar kepada manusia dalam menguatkan diri . Percayalah, saat kita melayani keluarga dengan tulus ikhlas karena Allah, maka Allahpun tak akan menyia- nyiakan kita , sebagai balasannya kitapun akan lebih terlayani oleh kebaikanNya.. InsyaAllah...

˚•╰☆╮•Jangan Tinggalkan Sholat•╰☆╮•˚


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

☀Bila " SUBUH " utuh..pagi tumbuh...hati teduh..pribadi tidak angkuh..

keluarga tidak keruh maka damai berlabuh, Insya Allah..

☀Bila " DZUHUR " teratur..diri jujur..hati tidak kufur..rasa hati selalu bersyukur...amal ibadah tidak udzur..keluarga akur maka pribadi jadi makmur, Insya Allah...

☀Bila " ASHAR "kelar..jiwa sabar..raga tegar..senyum menyebar maka rezeki lancar, Insya Allah...

☀ Bila " MAGHRIB " tertib..ngaji wajib..wirid menjadi karib..jauh dari aib maka syafaat tidak raib, Insya Allah...

☀Bila " ISYA " terjaga..malam bercahaya..gelap tidak terasa..maka hidup damai sejahtera, Insya Allah....

Saudaraku..sesungguhnya shalat memiliki banyak rahasia selain sebagai ibadah wajib, shalat merupakan kebutuhan hidup rohaniah, pencegahan diri dari perbuatan keji dan mungkar dan di dalamnya terkandung banyak pujian dan do’a kepada Allah.Ketika kita rajin shalat Insya Allah akan senantiasa dalam perlindungan-Nya karena kita dekat dengan Allah.Kita juga akan merasakan kesegaran karena lima kali dalam sehari air wudlu membasuh wajah dan anggota tubuh kita.Kelak di akhirat bekas dari air wudlu ini akan memancarkan cahaya. Shalat juga bisa membersihkan hati dari berbagai dosa. Dengan melaksanakan shalat secara berulang-ulang diharapkan kotoran hati terkikis habis. Namun tentu saja hal ini akan efektif jika dilakukan dengan khusyuk dan penuh penghayatan.” Sesungguhnya shalat itu ibarat sungai yang berada di samping pintu (rumah) seseorang yang airnya banyak dan bening dan penghuninya setiap hari mandi lima kali.Apakah kalian melihat ada kotoran yang tersisa?”(HR.Ahmad).

♥☀Sahabat saudaraku fillah.. Jangan tinggalkan shalat agar hidup kita selamat dunia dan akhirat, Insya Allah..☀♥

˚•╰☆╮•Ingat Lima Perkara•╰☆╮•˚


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah... Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :" manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara yakni;

1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.

2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.

3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.

4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu .

5. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu.

( HR. Imam Hakim dalam kitab al-Mustadrak).


Maksud dari hadits ini adalah agar kita mampu mempergunakan waktu dan kesempatan sebaik- baiknya sebelum hilangnya kesempatan tersebut.Sesungguhnya salah satu kunci kesuksesan kita baik di dunia dan di akhirat adalah bagaimana kita mampu mempergunakan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.Kesempatan dan waktu hanya sekejap pergipun begitu cepat. Maka akan sangat merugi andaikan kita tak mampu memanfaatkan sebaik- baiknya. Kilatan waktu ibarat pedang jika kita tak menebasnya maka ia akan menebas kita dalam arti jika kita tak mempergunakan dengan baik akan merugikan kita karena waktu hanya ada dua pilihan; membangun atau merusak,bermanfaat atau berbahaya, bermanfaat atau merugikan. 

Saudaraku..waktu dan kesempatan yang kita miliki merupakan wahana ujian untuk membuktikan kualitas diri kita di hadapan Allah. Ia juga merupakan anugerah Ilahi yang wajib kita syukuri dan mengisinya dengan berbagai amal sholeh serta berlomba-lomba dalam berbagai kebaikan agar kita tidak tergolong hamba-Nya yang merugi. “ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al- Ashr : 1-3 ).

(¯`*•.¸♥Biarkan Cinta Itu Bermuara Dengan Sendirinya


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat saudaraku fillah…Berikut kami sajikan sebuah catatan cermin hati yang kami rangkum dari berbagai sumber untuk renungan diri dan kami bagikan kepada sahabat dan saudaraku sekalian..semoga bermanfaat..


☆*♥*•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•.☆


Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga?

Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan, 

mengapa tak kau cari pelabuhan lain, yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau, buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu, pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya, hingga pelabuhan itu jadi rumahmu, rumah dan pelabuhan hatimu.


( judul puisi “ Pelabuhan “ karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang )



Saudaraku …Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga...Saat seseorang itu hilang begitu saja...Masih ada harapan agar dia kembali...Walaupun ada kata- kata dan sikapnya yang menyakitkan hati...Akan selalu ada beribu kata maaf untuknya...
Masih ada beribu penantian walau tak pasti...
Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yg dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain.
Sementara dia yang jauh di sana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya.
Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia???



Saudaraku..masih ada sejuta asa, masih ada sejuta makna,masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya di lubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama...

Ketika diri bertanya…bagaimana dengan cinta yang masih ada?

Biarkan ia tetap ada…sebesar apapun kita berusaha menghapusnya, kenyataannya tidak akan bisa..

Cinta itu suci datang dari Nya…

Biarkan ia tetap suci menurut kehendakNya…

Karena memupuknya sebelum ada ikatan diantara keduanya…

Hanya akan menambah derita bagi hati yang ingin terjaga..

Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya...

Kalaulah memang dia yang Allah pilihkan untuk kita…

Sebesar apapun rintangan yang ada …

Akan bersatu juga..saat dihalalkannya dalam ikatan suci pernikahan yang barakah, yang membawa rahmatNya..

Namun bila dia bukan jodoh kita sebesar apapun usaha yang kita lakukan dan kuatnya dukungan untuk kita pasti cepat atau lambat akan berpisah juga..

Lalu apa yang harus kita lakukan? Bagaimana mendapatkan jodoh yang bisa membawa kita menuju surgaNya?



Saudaraku..tak ada pilihan lain kecuali kita berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Itulah salah satu jalan mendapatkan jodoh yang baik. Jodoh itu adalah cerminan diri kita sendiri. Kalau kita ingin tahu bagaimana jodoh kita kelak, maka lihatlah pada diri kita sendiri. Jangan pernah berharap akan mendapatkan jodoh yang sholeh kalau diri kita sendiri masih belum sholehah.

“ Wanita- wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji ( pula ) dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka ( yang dituduh itu ) bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka ( yang menuduh itu ). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia ( surga )”.[ QS. An-Nur : 26 ].



Saudaraku ..sesungguhnya fisik dan jiwa seseorang itu berbeda, kita mungkin sering melihat pasangan hidup yang fisiknya jauh berbeda, tapi sebenarnya jiwanya sama. Jangan pernah hanya menilai seseorang dari fisiknya saja, karena ketampanan/ kecantikan seseorang itu bisa pudar termakan oleh waktu, hanya kecantikan hatilah yang akan membantu kita untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Cahaya yang bersinar dari hati yang benderang penuh keimanan. Hati yang senantiasa patuh pada syariat, hati yang taqwa, yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Hati yang sederhana, yang tidak berlebihan dalam segala urusan dunia.


Sesungguhnya pernikahan adalah ikatan yang suci maka proses untuk melangkah dan menuju ke arah sana pun harus jauh dari kemaksiatan.Jodoh memang telah ditentukan oleh Allah dan berada di tangan Allah. Tapi kalau tidak diambil dari Allah selamanya akan berada di tangan Allah. Sehingga kita harus berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdo’a. Soal hasil semuanya kita serahkan pada Allah karena Dia Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya.Jangan lelah menunggu sang kekasih tercinta yang mencintai kita karena Allah. Ada banyak kegiatan positif yang bisa kita lakukan selama masa penantian itu, tapi lakukanlah semata-mata hanya mengharap ridho Allah.


♥♥ Tidak kenal lelah menuntut ilmu, mengamalkan dan berbagi ilmu pada sesama 


♥♥ Taat menjalankan ibadah yang wajib dan ibadah sunnah yang lain. Tilawah Qur’an jangan terlewatkan


♥♥ Menambah pergaulan dengan orang –orang yang sholeh / sholehah. 


Karena melalui mereka kualitas diri kita lebih baik, karena mereka akan mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita berbuat salah.


♥♥ Mengembangkan semua potensi dan bakat yang kita miliki.


Untuk para akhwat jangan lupa belajar memasak dan ketrampilan yang lain. Untuk para ikhwan jangan pula lupa menggali potensi yang dimiliki dan teruslah menuntut ilmu karena laki-laki akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga dan akan membimbing istri dan anak-anak. Setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat.



Bagi kita yang belum memiliki jodoh, marilah kita terus berikhtiar dan yakin Allah akan memberikan pasangan yang terbaik untuk kita.

“ Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan,supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” ( QS. Adz Dzariyat : 49 )